Keluarga Berencana Alamiah (KBA) atau Natural Family Planning

Keluarga Berencana Alamiah (KBA) atau Natural Family Planning

Metode keluarga berencana alamiah atau natural family planning adalah metode pengendalian kelahiran yang tidak membutuhkan alat, bahan kimia maupun obat-obatan (metode hormonal). Bagi wanita maupun pasangan yang ingin menghindari efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi sederhana dengan alat maupun kontrasepsi modern, maka lebih memilih cara KB alami.

Macam KBA

Macam metode keluarga berencana alamiah antara lain:

  1. Metode kalender atau pantang berkala (Calendar method or periodic abstinence).
  2. Metode suhu basal tubuh (Basal body temperature method).
  3. Metode mukosa serviks (Cervical mucous method or ovulasi billings).
  4. Metode simptothermal (Method simptothermal yaitu perpaduan suhu tubuh basal dan ovulasi billings).

Manfaat

Metode keluarga berencana alamiah, memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Manfaat kontrasepsi.
  2. Manfaat non kontrasepsi.

Manfaat Kontrasepsi

  1. Untuk mencegah kehamilan, bila digunakan dengan benar.
  2. Membantu untuk mencapai kehamilan, bila pasangan menginginkan kehamilan.
  3. Tidak ada efek samping sistemik.
  4. Murah atau tanpa biaya.

Manfaat Non Kontrasepsi

  1. Meningkatkan keterlibatan suami dalam keluarga berencana.
  2. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi.
  3. Mempererat tanggung jawab dan kerjasama antar pasangan.
  4. Menjalin komunikasi antara pasangan.

Keterbatasan

Sebagai metode keluarga berencana alamiah, tentunya mempunyai keterbatasan. Keterbatasan tersebut antara lain:

  1. Tidak cukup efektif sebagai metode kontrasepsi (angka kegagalan 9-20 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama pemakaian).
  2. Tingkat efektifitas tergantung dari ketaatan dan konsistensi dalam mengikuti instruksi.
  3. Memerlukan konseling bahkan pelatihan untuk dapat menggunakan dengan benar.
  4. Memerlukan mediator atau tenaga terlatih untuk kesinambungan informasi dan komunikasi.
  5. Mampu mengendalikan hasrat untuk tidak melakukan senggama pada saat masa subur (agar tidak hamil).
  6. Perlu pencatatan setiap hari (tentang mukus, suhu basal, dan gejala biologis lainnya).
  7. Gangguan (misal infeksi vagina) akan menyulitkan interpretasi lendir serviks.
  8. Memerlukan termometer khusus untuk metode suhu tubuh basal.
  9. Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual termasuk HBV maupun HIV/AIDS.

Penilaian Klien

Klien atau pengguna kontrasepsi metode keluarga berencana alamiah memerlukan konseling atau KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) baik lisan maupun tertulis. Kondisi yang perlu dipertimbangkan bagi pengguna alat kontrasepsi ini adalah:

KBA sesuai untuk:
Untuk kontrasepsi

  1. Semua wanita semasa reproduksi dengan siklus haid teratur maupun tidak teratur, tidak haid karena menyusui maupun pra menopause.
  2. Semua wanita dengan berbagai paritas (termasuk nullipara).
  3. Wanita kurus maupun gemuk.
  4. Wanita perokok.
  5. Wanita dengan alasan kesehatan tertentu (misal: hipertensi, varises, dismenorea, sakit kepala, mioma uteri, endometritis, kista ovarii, anemia defisiensi besi, hepatitis virus, malaria, trombosis vena, ataupun emboli paru).
  6. Pasangan dengan alasan agama atau filosofi untuk tidak menggunakan metode kontrasepsi modern.
  7. Wanita yang tidak dapat menggunakan metode kontrasepsi lain.
  8. Pasangan yang mampu mengendalikan hasrat untuk melakukan hubungan seksual di masa subur.
  9. Pasangan yang ingin dan termotivasi untuk mengobservasi, mencatat, dan menilai tanda dan gejala kesuburan.

Untuk konsepsi
Pasangan yang ingin mencapai kehamilan, senggama dilakukan pada masa subur untuk mencapai kehamilan.
KBA tidak sesuai untuk:

  1. Wanita yang ditinjau dari umur, paritas atau masalah kesehatan membuat kehamilannya menjadi resiko tinggi.
  2. Wanita yang belum mendapat haid (menyusui, post abortus).
  3. Wanita dengan siklus haid yang tidak teratur.
  4. Pasangan yang tidak mau bekerjasama selama kurun tertentu dalam siklus haid.
  5. Wanita yang tidak suka menyentuh daerah genetalianya.

Keadaan yang Perlu Diperhatikan

Hal di bawah ini merupakan keadaan klien yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan metode keluarga berencana alamiah (KBA).

Keadaan

Saran

Pengeluaran cairan vagina menetap Jelaskan kepada klien bahwa keadaan tersebut akan mempersulit untuk memprediksi kesuburan dengan lendir serviks.
Bila dikehendaki, bantu dan anjurkan memilih metode kontrasepsi lain.
Menyusui Jelaskan kepada klien bahwa keadaan tersebut akan mempersulit untuk memprediksi kesuburan dengan lendir serviks.
Bila dikehendaki, bantu dan anjurkan memilih metode kontrasepsi lain.

Referensi

en.wikipedia.org/wiki/Natural_family_planning diunduh 12 Maret 2010, 1:47 PM.
masasubur.co.id/kb/1/index.html diunduh 16 Maret 2010, 03:35 PM.
Saifuddin, BA. 2008. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 7- MK 10).
…. 2007. Metode-Mdetode KB Alamiah. kesrepro.info/?q=node/169 diunduh 16 Maret 2010, 03:34 PM.

Share this post

Comments (2)

  • Sandra trisula Reply

    saya ada 2 pertanyaan,yang 1,apakah bener ibu yg menyusui kemungkinan besar tidak hamil?yang ke 2,mengapa ibu menyusui tidak setiap bulan,bisa datang bulan?terima kasih..atas kesediaanya..untuk menjawab pertanyaan saya..

    September 1, 2010 at 9:51 pm
    • lusa Reply

      Dear bu Sandra..
      Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ibu:
      1. Ibu yang menyusui BELUM TENTU tidak hamil. Ada hal yang perlu diperhatikan ibu menyusui yang tidak menggunakan kontrasepsi lain selain MAL.
      Metode Amenorea Laktasi (MAL) atau Lactational Amenorrhea Method (LAM) adalah metode kontrasepsi sementara yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif, artinya hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan makanan dan minuman lainnya.
      Metode MAL mempunyai efektifitas tinggi (98 persen) apabila digunakan selama enam bulan pertama setelah melahirkan, belum mendapat haid dan menyusui eksklusif.
      Artikel yang berkaitan dapat ibu baca di http://www.lusa.web.id/metode-amenorea-laktasi-mal-atau-lactational-amenorrhea-method-lam/
      2. Wanita selama proses kehamilan dan persalinan, mengalami perubahan sistem hormonal. Hormon yang mempengaruhi ibu nifas (menyusui) akan mengalami menstruasi adalah Hipotalamik Pituitary Ovarium.
      Hipotalamik pituitary ovarium akan mempengaruhi lamanya mendapatkan menstruasi pada wanita yang menyusui maupun yang tidak menyusui. Pada wanita manyusui mendapatkan menstruasi pada 6 minggu pasca melahirkan berkisar 16% dan 45% setelah 12 minggu pasca melahirkan. Sedangkan pada wanita yang tidak menyusui, akan mendapatkan menstruasi berkisar 40% setelah 6 minggu pasca melahirkan dan 90% setelah 24 minggu.
      Demikian penjelasannya, semoga bermanfaat..

      September 5, 2010 at 3:12 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *