Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA)

Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA)

Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA)

Epidemi kasus HIV/AIDS merupakan permasalahan global, yang selalu mengalami peningkatan setiap tahun. Estimasi 37,3 (30,2-45,1) juta penduduk di dunia telah terinfeksi HIV, dengan jumlah 1,5 (1,0-2,0) juta orang terinfeksi tiap tahunnya dan 680.000 (480.000 – 1 juta) orang telah meninggal akibat HIV/AIDS (UNAIDS, 2020). Meskipun cenderung fluktuatif, data kasus HIV/AIDS di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, dalam kurun sebelas tahun terakhir jumlah kasus HIV di Indonesia mencapai puncaknya pada tahun 2019, yaitu sebanyak 50.282 kasus sedangkan kasus AIDS di tahun 2019 sebanyak 7.036 kasus (Ditjen P2P, 2019). Proporsi kasus HIV-AIDS pada perempuan dalam periode 6 (enam) tahun terakhir mengalami peningkatan sebesar 33% pada kelompok umur 25-49 tahun (Kemenkes RI, 2020).

Seiring dengan meningkatnya jumlah laki-laki yang melakukan hubungan seksual tidak aman, dan menularkan kepada pasangan seksualnya sehingga menyebabkan jumlah perempuan yang terinfeksi HIV semakin meningkat. HIV/AIDS merupakan penyebab utama kematian perempuan usia reproduksi di beberapa negara berkembang termasuk Indonesia. Ibu hamil merupakan kelompok berisiko tertular HIV. Infeksi HIV pada ibu hamil dapat mengancam kehidupan ibu dan bayinya. Lebih dari 90% kasus anak terinfeksi HIV, ditularkan melalui proses penularan dari ibu ke anak atau motherto child HIV transmission (MTCT) selama kehamilan, persalinan dan menyusui (Kemenkes RI, 2013).

Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) telah terbukti sebagai intervensi yang sangat efektif untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak (Kemenkes RI, 2013).
Intervensi yang mudah dan mampu laksana, dapat menekan sampai 50% proses penularan HIV dari ibu ke anak. Pencegahan primer yang dilaksanakan pada pasangan usia subur, adalah kegiatan konseling yang merupakan alternatif lain dari tindakan intervensi yang dilakukan (Depkes RI, 2008). Pencegahan primer yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penularan HIV dari ibu ke anak pada perempuan usia reproduksi 15-49 tahun (Permenkes, 2013). Penelitian menunjukan bahwa pencegahan primer pada usia reproduksi merupakan pendekatan yang penting untuk PMTCT (Baek dan Rutenberg, 2010). Upaya pencegahan terhadap penularan HIV cukup banyak dilakukan oleh ibu hamil (Nuzliati, 2017).

Upaya kegiatan penanggulangan HIV/AIDS dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan yang benar dan komprehensif mengenai pencegahan penularan HIV/AIDS, menghilangkan stigma dan diskriminasi melalui promosi kesehatan. Salah satu promosi kesehatan yang terintegrasi pada pelayanan kesehatan yaitu pemeriksaan asuhan antenatal (Permenkes RI, 2013). Promosi kesehatan merupakan pendekatan untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Penggunaan metode dan media promosi harus sesuai dan mudah diterima oleh sasaran (Notoatmojo, 2010). Penelitian Maydianasari (2021), media promosi layanan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) diperlukan sebagian besar ibu hamil untuk mempermudah dalam penyampaian informasi tentang penyakit HIV dan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak.

….

PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK (PPIA)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *