About the author

Lusa Rochmawati

Pengajar dan pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta. Selain itu, juga seorang praktisi kesehatan di Yogyakarta. Menghabiskan waktu luang berkumpul bersama keluarga serta menulis di lusa.afkar.id.

Related Articles

8 Comments

  1. 1

    one

    thanks mba lusa, sangat membantu dalam penyusunan makalah saya

    1. 1.1

      lusa

      welcome “one”… moga bermanfaat…

  2. 2

    tia

    kak, kalo masalah khitan, bgi perempuan da pengaruh gak antara yang khitan dg yg gak..?? mana yang bagus untuk kesehatan?? lbih baik dikhitan atau dibiarkan saja,
    trus hampir smua agama disunatkan khitan, alasannya macam, diantaranya: untuk menjaga dorongan sex yang kuat, apakah orang yang gk khitan betul kuat dorongan sex nya kak, bgmn mnrt tinjauan ksehatan,??
    maaf kak byk btanya nie..hehe

    1. 2.1

      lusa

      Dear Tia…
      Praktik sunat perempuan dulu merupakan kegiatan simbolis namun berubah menjadi perusakan alat kelamin (pengirisan, pemotongan atau pengguntingan).
      Padahal tindakan tersebut dapat merusak fungsi alat kelamin perempuan (klitoris), sehingga mengganggu fungsi reproduksi (diantaranya rangsangan seks menurun).
      Berdasarkan surat edaran tentang Larangan Medikalisasi Sunat Perempuan bagi Tenaga Kesehatan tertanggal 20 April 2006 menyatakan bahwa sunat perempuan TIDAK BERGUNA di bidang kesehatan bahkan merugikan dan menyakitkan.
      Oleh karena itu, tenaga medis TIDAK DIPERBOLEHKAN melakukan praktik sunat perempuan..
      Demikian, semoga penjelasannya bermanfaat…

      1. 2.1.1

        Yuni

        Aneh bin ajaib mbak, tapi ini nyata. 90% org bicara ttg khitan perempuan tapi tdk paham proses dan teknis yg sesungguhnya, termasuk para ulama. Mereka terkunci pd norma Tabu. Shg bicaranya pd ngawur terbolak balik semakin Membingungkan ! Bhw Khitan perempuan Tidak utk mengendalikan Syahwat. Tapi membuka tabir “Keceriaan” perempuan dihadapan Suami !, bukan bagi org lain.
        Bila paham teknis dan filosofinya pasti akan memberikan pemahaman yg Jelas dan Pasti Tepat.
        Bhw prinsipnya khitan pd perempuan sama pd laki laki, yaitu tindakan sirkuler pd organ Penis laki laki dan pd Kelentit perempuan, untuk membuang Kulit yg menutupinya (kulup). Titik. Bukan lainnya. Perihal manfaat bg masing2 pihak silakan utk di renungkan dahulu,:dan silakan kita bahas kemudian.
        Kekeliruan pemahaman telah menimbulkan Praktek Yg Salah, Keliru minta ampun ! Entah mgkn krn Tabu atau Malu, para ulama hanya menyebut “organ yg berbentuk seperi jengger ayam. Dipotong seperlunya saja jgn berlebihan”. Maka terjadilah tragedi Keliru, yaitu khitan perempuan dg Memotong organ Kelentit trmsk Kulitnya. Sy pernah melihat langsung prosesnya, di Jawa Barat. Astaghfirullah. Finishingnya hanya dg menaburkan bubuk kopi pd organ Kelentit yg luka !
        Saran :
        1. Stop khitan perempuan ala Jawa Bara !
        2. Khitan pd laki laki layak dilakukan pd usia diatas 5 tahun.
        3. Pd perempuan, karena organnya kecil maka pemisahan Kelentit dg Kulit yg menutupinya baru dapat dilakukan pd usia diatas 8 tahun. Terlebih terkait status “Secukupnya dan tdk berlebihan” maka sesungguhnya khitan perempuan layak dilakukan diatas usia 10 tahun. Semakin dewasa semakin baik.
        Sy apresiasi pd adat “Tetesan” di Jogjakarta. Tindakan simbolik dg Menoreh ujung Kunyit pd area diantara kulup dan Kelentit, utk membersihkan Smegma.
        Bhw pemotongan melingkar kulit kulup yg menutupi batang Kelentit cukup mudah dg finishing yg sederhana pula, jika dibanding pd laki laki.

  3. 3

    abi

    maaf mbak ttg organ reproduksi wanita..utk klitoris saya masih bingung letaknya sebelah mana soalnya setahu saya klitoris itu menghadap kebawah (menghadap liang senggama) dan sewaktu terangsang klitoris menjadi tebal kemudian saat penetrasi (gerakan) terjadi gesekan dgn penis shg bisa menghantarkan orgasme pada wanita..yg betul yang mana mbak ? makasih

  4. 4

    sulfiana asri

    maaf kaq,, bukannya di agama islam itu diharuskan untuk di khitan eaa ?????

  5. 5

    ridwan

    mbak, bgmn dgn permenkes no. 1636/MENKES/PER/XI/2010 [1], yg menyebutkan tidak dilarang khitan wanita asal sesuai prosedur dan org yg kompeten. yang dilarang itu dijelaskan di pasal 5. dan kalau lihat disini [2], yang disunat bukan dibagian klitoris. cmiiw.
    [1] hukor.depkes.go.id/up_prod_permenkes/PMK%20No.%201636%20ttg%20Sunat%20Perempuan.pdf
    [2] muslim.or.id/kesehatan-islami/metode-khitan-pada-wanita.html

Comments are closed.